Senin, 22 Agustus 2011

Spirit Of Love (Part XXVI)

Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku ingin ikut Reza, tapi aku juga harus berangkat ke Bogor.
Aku tak punya pilihan lain, akupun berangkat menuju qumah baruku di Bogor.

Sepanjang perjalanan, aku merasa sangat gelisah, jantungku terus berdegup kencang tanpa sebab! Apa ini pertanda buruk buatku?

"mama, kita Bogor mana si?" aku mencoba bertanya, berharap Rumahku nanti dekat dengan rumah Bisma.
"mama juga belum tau, liat aja nanti ya.." ucap mama sambil mendekapku.

Tanpa terasa. 3jam telah berlalu, dan kami (aku dan keluargaku) sampai di rumah baru kami, disambut dengan nenekku.
Ternyata aku dan keluarga akan tinggal dirumah nenek.
Entah mengapa sampai detik inipun, perasaanku masih terasa tidak enak, aku merasa ada kehampaan.
Sambil bersih-bersih kamar, tanpa sengaja aku menemukan Diaryku, beserta foto aku dan Reza juga foto aku dan Bisma.
Aku teringat janjiku pada Bisma dan tersadar sikapku kemarin sangatlah salah..
Tidak seharusnya aku kasar dan menyebutnya musibah..
Aku akui aku salah dan tidak bisa mengendalikan emosiku, tapi aku punya sebab.. Karna akupun dalam tekanan masalah dimana-dimana ditambah kelakuan Bisma yang membuatku Ilfil dan membuat emosiku memuncak.
"maafin aku beb.." tanpa sadar aku meneteskan airmataku saat membayangkan hal kemarin dan memandang fotoku bersama Bisma.
Tadinya aku berniat membaca sekilas isi Diaryku, tapi tiba-tiba Handphoneku berdering tanda Telepon masuk.

(( SweetHeart ))

Pembicaraan Via Telepon.
Reza : yang kamu dimana?
Aku : aku udah nyampe di Bogor, dirumah baru, kenapa?
Reza : daerah mana? Kamu bisa kesini?
Aku : kamu ngaco, aku aja gatau ini dimana! Emang kenapa lg si?
Reza : Bisma.. Meninggal yang.. Nanti sore mau dimakaminnya..
 Aku langsung mematikan telepon.

Jantungku terasa berhenti berdetak.
Ini gak mungkin!
Aku gak mau Bisma pergi secepet ini, aku bahkan belum sempet minta maaf sama dia atas kejadian kemarin..
Aku.. Aku bahkan belump pernah membayangkan hal ini terjadi..
Saat waktunya tiba.. Bisma benar-benar Pergi meninggalkanku untuk selamanya..
Tak ada lagi canda dan tawa bersama Bisma. Tiada lagi yang mengajarkanku untuk tegar menjalani kehidupan, tiada lagi orang yang bisa membuatku merasa dibutuhkan.
Dia menghilang, pergi dan tenang di sisi Tuhan.
Sementara aku menderita karna rasa penyesalan.
Aku menyesal, aku tak bisa memberinya kebahagiaan menjelang kepergiannya..
Aku menyesal telah menganggapnya musibah dalam hidupku..
Padahal dialah penerang hidupku..
Darinya aku belajar mensyukuri hidup, darinya aku bisa lebih menghargai hidupku..
Kenapa orang BAIK seperti Bisma harus pergi secepat ini?
Aku merasa sangat terpukul atas kepergiannya..
Aku menyesal telah melukai hatinya..
Dan bahkan aku tak berada disisinya didetik bahkan saat terakhir disisa hidupnya..
Ya Tuhan, maafkanlah aku.. Atas segala khilafku..

Akupun menangis sejadi-jadinya..
Reza terus meneleponku, tapi aku tak menghiraukan bahkan aku menyimpan Handphoneku dilemari.
Aku mengunci diriku dikamar.
Mengurung diri dan merenung.
Berharap hal ini bisa mengurangi rasa bersalahku dan segala penderitaan atas masalah-masalah yang kupunya.
Bukankah Tuhan maha Adil? Tapi mengapa harus aku yang merasakan ini semua ?
Ini gak adil buatku!
Setelah ketenangan hidupku bersama Reza hilang karna hadirnya Bisma, kini aku harus menerima kenyataan bahwa keluargaku jatuh ke dalam keterpurukan!
Ya Tuhan..
Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan derita ini ?
Kenapa cobaan ini datang bertubi-tubi disaat aku lemah..

Saat aku sedang menangis duduk dipojok kamar dengan segala kenangan yang ku punya..
Tiba-tiba..
'tok..tok..' suara ketukan pintu dari luar.
"ka? Lg ngapain si? Kok gak keluar kamar? Reza kok malah SMS mama tanya kamu? Kamu kenapa nak?" suara mama terdengar cemas.

Aku ingin menjawab, namun rasanya bibir ini terasa berat untuk berucap.
Tubuh ini terlalu lemah untuk beranjak dari tempat ini..
Dan tiba-tiba.. Semua gelap..

Terasa kehampaan dalam Jiwaku, terasa sakit yang mendalam pada jantungku.
Aku ingin bertemu Bisma, walau hanya sebentar..
Aku ingin mengucap kata maaf, ingin mengungkapkan perasaanku, ingin berterimakasih dan ingin memeluknya untuk terakhir kali..

Entah berapa lama tertidur, saat aku tersadar aku sudah berada ditempat tidur bersama mama, dan ada Reza disamping tempat tidurku.

"Reza.. Bisma.." dua nama itu yang terucap saat aku tersadar.
"iya.." sahut Reza mendekat padaku.
Mamaku terus menatapku penuh iba dan rasa cemas.
"kenapa kamu bisa disini? Tau darimana rumah aku?" tanpa sadar airmataku keluar lagi.
"dari mama.. kamu kenapa kyk gini? Kenapa ga cerita sama aku? Kamu bisa gila kalo memendam masalah yang begitu banyak sendirian.." ucap Reza lirih.
Aku melirik kearah mamah, dan terlihat airmata menetes di pipi mama.
"maaf yah.. kamu harus ngerasain ini.." ucap mama.
Aku hanya bisa tersenyum dan meneteskan tetes demi tetes airmataku.
"Narmi ngerti kok, mah.. Narmi udah cukup dewasa buat memahami keadaan ini.. Tapi, Narmi mau ngomong berdua sama Reza, boleh?" pintaku pada mama.
Mama tersenyum sambil menghapus airmataku lalu pergi keluar.
Tinggalah aku berdua dengan Reza. Aku berusaha menghentikan airmataku yang terus mengalir, menenangkan hatiku juga meredam rasa sedih ini.
"gimana sama Bisma?" tanyaku sambil menahan airmata yang hampir jatuh.
"udah dimakamin kemarin sore, dia udah tenang.." jawab Reza.
"mana mungkin dia tenang? Aku udah nyakitin dia Za.. Aku bahkan menyeautnya Musibah didepan matanya.. Atau jangan-jangan itu yang buat dia down? Aku yang bunuh Bisma Za.. Aku bunuh dia secara ga langsung..!" ucapku histeris dan berurai airmata.
"nggak..nggak yang.. Dia udah tenang.. Dia juga pasti udah maafin kamu.. Kamu gaperlu nyalahin diri kamu sendiri dan jadiin ini semua beban.." ucap Reza sambil membelai rambutku.
"aku boleh minta satu permintaan?" pintaku memohon pada Reza.
"semampu dan sebisa aku, pasti aku turutin.. Kamu mau apa?" tanya Reza bingung.

APA YANG AKAN DIMINTA NARMI PADA REZA ?
MAKIN DAG DIG DUG YA ?
PENASARAN ?
TUNGGU DI LAST PART :)

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK TERUTAMA CORET2AN KOMENTAR KALIAN :D

*NISNIS*

YANG COPAS HIDUPNYA GAK TENANG DUNIA AKHIRAT :))
 (COPAS/COPAS+EDIT = DOSA SAYA JADI DOSA KAMU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar