Selasa, 30 September 2014

Be The Last Love | Chapter 6 – Try To Forget You

 


Chapter 6 – Try To Forget You

Preview From Chapter 5 – I Think I Like You

"Minhyuk Oppa, apakah aku boleh meminta bantuanmu?" Tanya Luna sebelum Minhyuk pamit.
"Apa itu?" Tanya Minhyuk.
"Rumah Krystal jauh, aku akan memberikan alamat rumahnya padamu. Bisakah kau mengantarnya, Oppa?" Tanya Luna.
Minhyuk terdiam sesaat, menatap Krystal dengan kedua matanya yang sipit. Krystal berusaha memasang wajah memelasnya yang imut.
"Ah... Sebenarnya...

***

"Ah... Sebenarnya aku ingin mengantarmu pulang, tapi maaf... Ini sudah jam 9 malam, aku harus pulang. Ma Ri sendirian di rumah..." Jawab Minhyuk.
"Ma Ri? Siapa? Pacarmu, Oppa?" Tanya Luna yang tidak tau bahwa Minhyuk mempunyai adik angkat.
"Dia adik Minhyuk, kau tak tau?" Tanya Krystal pada Luna.
"Adik? Oppa, sejak kapan kau punya adik? Bukankah kau anak tunggal?" Luna menatap Minhyuk dengan tatapan meminta jawaban.
"Dia adik angkatku.... Aku pikir mempunyai adik angkat akan lebih baik daripada sendirian... " Jawab Minhyuk.
"Pertama kau meninggalkan rumah dan memilih tinggal di rumah yang dekat dengan studio musik, bekerja sambil kuliah tanpa menerima sepeser uangpun dari Paman dan Bibi. Lalu sekarang kau mengangkat adik? Oppa, bagaimana kau begitu hebat?" Tanya Luna dengan tatapan kagumnya.
"Aku hanya menjalani hidup yang ingin ku jalani. Sudahlah, aku pulang dulu... Selamat malam." Ucap Minhyuk yang pamit meninggalkan keduanya.
"Krystal, maaf..." Lirih Luna.
"Tak apa Luna, aku sudah mengenal Ma Ri. Ma Ri lebih penting, dan mungkin memang belum waktunya untukku pulang ke rumah." Ucap Krystal.
"Cinta mampu membuat seseorang jadi lebih bijaksana..." Ledek Luna.
"Luna! Berhenti mengejekku..." Ucap Krystal yang berjalan mengejar Luna.
"Ya! Tunggu aku..." Luna berjalan cepat menyusul Krystal.
"Apakah aku mampu? Apakah aku bisa melupakanmu, Min Ho Oppa? Apakah cinta pertama sesulit ini? Sesakit dan seperih ini? Bahkan tak terpikir olehku, cinta pertamaku berakhir secepat ini..." Lirih Krystal dalam hatiny. Krystal tak ingin membuat Luna terlalu khawatir padanya, karena Luna sudah banyak membantunya.
Keduanya pun pulang ke rumah Luna.
***
Sesampainya di rumah, Luna meminta Krystal menceritakan pertemuannya dengan Minhyuk.
"Aku bertemunya dimalam aku mengetahui semua kenyataan pahit itu. Saat sica Eonni bilang, Min Ho Oppa adalah mantan pacarnya, aku langsung meminta Min Ho Oppa bertemu. Tanpa segan Min Ho Oppa menceritakan bahwa Sica Eonni adalah cinta pertamanya yang belum bisa ia lupakan. Saat itu Min Ho Oppa sendiri yang menceritakan semuanya... Dia mengucapkan semuanya tanpa menyadari bagaimana perasaanku saat itu. Cinta pertama membuatnya buta hati dan perasaan..." Lirih Krystal yang terlihat mulai menangis. Luna pun menyediakan tissu untuk Krystal sambil mendengarkan cerita sahabatnya dengan sangat sabar.
"Saat itu aku merasa sangat terpukul atas kenyataan yang aku terima dari Sica Eonni dan Min Ho Oppa... Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Yang aku lakukan saat mendengar semuanya hanya berlari entah kemana. Aku bahkan meninggalkan semua barang-barangku dimobil Min Ho Oppa. Aku hanya ingin berlari... berlari dari kenyataan yang mengerikan malam itu. Bahkan Min Ho Oppa tidak mengejarku. Aku sadari dia tidak mengkhawatirkanku, dia hanya mencemaskan Sica Eonni yang mengkhawatirkanku. Saat itu yang aku lakukan hanya berlari-dan berlari sambil menangis, memacu jantungku melawan rasa sakit dalam hatiku. Aku bahkan lupa aku berhenti dimana. Saat aku berhenti berlari, jalanan disana sangat gelap dan sepi. Aku sesaat berhenti menangis, tapi aku kembali menangis karena tidak bisa pulang. Dan disana Minhyuk datang menolongku. Dia bahkan memijat kaki ku yang keram karena berlari sangat jauh dan cepat. Minhyuk melilitkan jaketnya dipingganggu, menggandengku sampai depan rumahnya. Dan disanalah aku kenal dengan gadis kecil bernama Ma Ri... Aku merasa ingin terus bertemu dengannya..." Curhat Krystal sambil menghapus semua air mata yang mengalir dilekukkan pipinya.
"Yah memang Minhyuk Oppa sangat baik, dia bukan tipe seorang yang mudah didekati. Dia meninggalkan rumahnya karena ia dilarang bermain musik oleh keluarganya. Karena Minhyuk Oppa lebih memilih musik, ia meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Orang tua kandungnya tidak tinggal di Korea, tapi dia juga tidak bebas melakukan apapun karena Paman dan Bibi Kang, oleh karena itu dia meninggalkan rumah dan melanjutkan kehidupan musiknya dengan band-nya itu. Jelas Luna.
"Yah... Tapi masih bingung, Luna... Aku takut perasaanku ini hanya pelarian. Aku bertemu Minhyuk Oppa saat aku sedang terluka karena Min Ho Oppa... Lagipula aku baru mengenalnya, aneh memang jika aku mengambil kesimpulan bahwa aku menyukainya..." Curhat Krystal.
"Hanya lakukan apa yang hatimu katakan... Jangan pedulikan siapapun saat hatimu ingin mengambil sebuah keputusan. Jika kau mengabaikan isi hatimu, kau akan menyesalinya suatu saat nanti..." Luna menatap Krystal yang masih terlihat murung.
"Lalu bagaimana aku melupakan Min Ho Oppa dan rasa sakit itu?" Lirih Krystal.
"Jangan pernah mencoba melupakan seseorang yang menyakitimu, itu hanya akan membuat rasa sakitmu tertanam semakin dalam dilubuk hatimu. Cukup memaafkan orang itu, dan menjalani hidupmu lebih baik lagi. Kau hanya akan membuang waktu jika mencoba melupakan seseorang yang bahkan hanya menggores luka dihatimu, karena lukamu takkan pernah kering jika kau terus memikirkan cara untuk melupakannya. Masih ada jalan lain menuju akhir yang bahagia, Krystal... Percayalah padaku..." Jelas Luna.
"Lunaaaaa.... Kata-katamu menyentuh hatiku..." Krystal kembali menangis dan memeluk Luna.
"Menangislah, dan berjanji ini adalah terakhir kali kau menangisi goresan luka dalam hatimu..." Ucap Luna yang menepuk-nepuk lembut punggung Krystal.
***

Esok paginya, Krystal pamit untuk pulang ke rumah dengan Luna.
"Luna..." Lirih Krystal.
"Hmm? Kau masih takut? Kau mau seumur hidupmu menyedihkan seperti ini?" Ancam Luna.
"Tidak! Baiklah, aku pulang... Terima kasih untuk segalanya..." Ucap Krystal yang memeluk Luna sebelum akhirnya masuk kedalam taxi.
Krystal pun pulang ke rumah menggunakan taxi. Hanya butuh 20 menit, Krystal sudah sampai depan rumah. Sica langsung berlari menghampiri taxi didepan rumahnya dan menduga itu adalah adik tersayangnya.
"Eonni, bayar ongkos taxiku." Ucap Krystal yang berjalan meninggalkan Sica dengan taxi yang belum ia bayar.
Setelah membayar ongkos taxi adiknya, Sica menyusul adiknya masuk kedalam rumah. Terlihat Krystal sedang meminum segelas air putih di meja makan.
"Apakah kau sudah makan?" Tanya Sica membuka pembicaraan diantara mereka.
"Sudah..." Jawab Krystal datar.
"Krystal, aku minta maaf... Aku..." Belum selesai Sica berbicara, Krystal membanting gelas minumnya dengan kasar.
"Bisakah kita melupakan semuanya, Eonni! Aku lelah! Aku merindukanmu..." Krystal berlari memeluk Sica dengan air mata yang mulai mengalir dari mata indahnya.
"Kau memaafkanku?" Tanya Sica.
"Aku yang seharusnya minta maaf, maafkan aku Eonni..." Lirih Krystal yang semakin kencang suara tangisnya.
"Aku lega kau baik-baik saja... Kau boleh memukulku jika kau marah padaku, tapi aku mohon jangan lakukan hal seperti ini lagi... Kau satu-satunya keluarga yang aku punya dan aku sayangi... Kau tau betapa takutnya aku kehilanganmu..." Ucap Sica sambil menghapus air mata adik tersayangnya.
"Karena itulah aku meminta maaf padamu... Eonni, aku merindukanmu..." Krystal kembali memeluk Sica erat.
"Yang paling penting adalah kau kembali..." Ucap Sica.
Sica pun menceritakanperjalanan cintanya dengan Lee Min Ho yang kandas karena wanita yang menggilai Min Ho.
"Dia mengejarku sejak awal kami masuk, aku tidak meresponnya sama sekali. Tapi dia terus mengejarku hingga hatiku luluh. Dia bilang, aku adalah cinta pertamanya. Hubungan kami berjalan dengan baik, sampai ada seorang junior yang sangat menyukainya terus menempel pada Min Ho. Awalnya aku berpikir dia akan mengabaikan wanita itu. Tapi malam itu saat kami bertengkar, Min Ho tidak mengejarku seperti biasanya. Dia hanya diam membiarkanku pergi, saat aku menoleh kebelakang, wanita itu mencium Min ho, dan ia hanya diam. Disanalah kami putus. Ia berulang kali memintaku kembali dan memulai semuanya dari awal, tapi bagiku itu cukup membuktikan bahwa cintanya bisa goyah. Dan setelah setahun, aku mendengar ia menjadi begitu sering mengganti pacarnya... Darisanalah aku semakin yakin bahwa ia bukan pria yang baik." Curhat Sica.
"Eonni... Aku sangat menyesal... Seharusnya aku mendengarkanmu sebelum aku marah..." Ucap Krystal sambil memeluk Sica.
"Aku mengerti ini sulit untukmu... Tapi percayalah, kau akan menemukan seseorang yang lebih baik nanti..." Ucap Sica.
"Eonni... Aku menyayangimu..." Krystal memelek Sica semakin erat.
Hubungan keduanya pun kembali baik seperti semula. Setelah mendengar masukan dan pesan dari Luna dan Eonni-nya, Krystal menyadari bahwa selama ini dirinya telah salah menjadi lemah. Terlalu larut oleh kesedihan yang tak menjanjikan kebahagiaan.
"Seseorang yang pantas aku cintai bukan seseorang yang harus romantis juga baik saja, tapi adalah seseorang yang mempunyai hati tak pernah goyah, dan juga yang bisa memegang janjinya untuk menjaga dan mencintaiku..." Ucap Krystal sambiil menepuk-nepuk kedua pipinya didepan cermin.
"Yeay, aku sedikit lebih dewasa!" Ucap Krystal yang memuji dirinya sendiri didepan cermin lalu kembali tidur karena malam sudah larut.

***

"Luna.... Lunaa.... Lunaaaa... Luna!" Krystal berlari kearah Luna yang sedang duduk di meja kelasnya.
"Aku mencium aroma move on dari dirimu hari ini..." Ledek Luna.
"Ya... Aku sudah punya kesimpulan sekarang..." Ucap Krystal dengan bangga.
"Hmm? Apa itu?" Tanya Luna kemudian.
"Seseorang yang pantas aku cintai bukan seseorang yang harus romantis juga baik saja, tapi adalah seseorang yang mempunyai hati tak pernah goyah, dan juga yang bisa memegang janjinya untuk menjaga dan mencintaiku. Bagaimana menurutmu?" Tanya Krystal mantap.
"Wah... Sepertinya kau berhasil mengambil pelajaran dari masalah kemarin... Tapi ada yang kurang...." Jawab Luna.
"Apa yang kurang?" Tanya Krystal.
"Seseorang yang bisa kau cintai mulai sekarang adalah, Kang Minhyuk..." Ledel Luna.
"Ah Luna! Kau membuatku malu!" Pipi Krystal terlihat memerah. Matanya tak bisa berhenti menatap langit-langit membayangkan wajah Minhyuk.
"Tapi... Bagaimana cara aku mendapatkannya, jika kami hampir tidak pernah bertemu?" Tanya Krystal pada Luna.
"Akan aku pikirkan nanti..." Jawab Luna.
"Tapi aku berpikir sedikit, Luna... Walaupun aku berusaha keras tapi dia bukan jodohku, pasti aku takkan pernah bisa mendekatinya. Tapi jika aku memang jodohnya, pasti selalu ada jalan untuk dekat dengannya. Buktinya, ternyata dia adalah kakak sepupumu... Bukankah itu takdir yang memberiku jalan untuk mendekat padanya?" Jelas Krystal dengan PD-nya.
"Yahhh... Kau sudah benar-benar dewasa sekarang?" Ledek Luna.
Keduanya tertawa dan kembali membahas pelajaran bersama sang Dosen.

***

Pulang kuliah, keduanya pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku. Keduanya memilih toko buku dekat SMU unggulan disana, karena berita yang tersebar buku yang dijual disana lengkap.
"Ah ini dia... Aw..." Krystal menabrak seseorang yang sedang berjalan dihadapannya.
"Ah... Maaf..." Ucap seseorang yang ternyata laki-laki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar