Kamis, 29 Mei 2014

A Pounding Heart & Trembling Hearts #The Guy-Min Woo,YongHwa,Il Woo | Chapter 3

A Pounding Heart & Trembling Hearts #The Guy-Min Woo,YongHwa,Il Woo

Tittle in english : A Pounding Heart & Trembling Hearts
Judul dalam bahasa indonesia : Jantung yang Berdebar dan Hati yang Bergetar
Author : Annis Raka Prianti @AnnisPrianti_

Cast       :
No Min Woo (Pasta, My Girlfriend Is Gumiho, Midas, Full House II)
Jung Yong Hwa (He’s Beautiful, Heartstring)
Jung Il Woo (49 Days, The Moon That Embraces The Sun)
Suzy Miss A (Dream High)
Park Shin Hye (He’s Beautiful, Heartstring)

Special Cast :
Kim Bum
Yuri SNSD

“Jika aku boleh jujur, saat pertama kali aku bertemu kalian… Orang yang pertama aku sukai dan menarik perhatianku adalah kau. Tapi aku tak melihat sikap apapun darimu. Dan disaat yang sama, Min Woo memberikan pertanda cintanya padaku. Jadi aku berpikir untuk membuka hatiku pada Min Woo. Karena aku rasa, perasaan suka ku padamu hanya perasaan suka yang sesaat.” Ungkap Suzy yang terlihat sedikit gugup.
“Tapi, jika aku memulai dari sekarang… Apakah kesempatan itu masih ada?” Lirih Yong Hwa.
“Maaf, ini sudah larut malam… Aku harus masuk…” Suzy hendak berjalan masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan Yong Hwa, tetapi Yong Hwa malah menarik tangan Suzy dan memeluknya dalam sekejap.
“Sekali saja. Izinkan aku seperti ini. Aku janji akan melupakanmu dan menjauh darimu. Karena aku tidak ingin merebut milik Min Woo, sahabatku sendiri.” Ucap Yong Hwa sambil mempererat pelukannya.
“Kau pikir cinta itu permainan? Sekarang kau bilang menyukaiku lalu tiba-tiba ingin melupakanku? Ini tidak lucu!” Ucap Suzy yang melepas paksa pelukan Yong Hwa lalu masuk kedalam rumahnya begitu saja dengan air mata yang tertahan.
“Kau tidak merasakan apa yang sebenarnya aku rasakan… Tidak memahami keadaan yang sebenarnya terjadi…” Ucap Yong Hwa yang lalu pergi dari rumah Suzy.
*****

Hari terus berlalu, Yong Hwa selalu menghindar dari Suzy sejak kejadian itu. Suzy pun semakin membuka hatinya untuk Min Woo. Hubungan antara Min Woo dan Suzy pun semakin dekat. Suzy sering datang ke rumah Min Woo untuk berkunjung, begitupun sebaliknya. Hingga suatu sore saat Min Woo menjemput Suzy di kampus, ia langsung membawa Suzy kesebuah toko musik miliknya. Min Woo mengajak Suzy masuk dan Min Woo menghampiri sebuah piano dan bernyanyi didepan Suzy sambil memainkan sebuah piano.
Manheun manname seollegido haetjyo…
Manheun ibyeore nunmuldo heullyeotjyo…
Hangsang kkeuchi itdago nanmideotjyo…

Maeume eomneun mallo neol ulligo…
Babocheoreom neol dachige haetjiman…
Ijeya arasseo niga eobsi nan andoendaneungeol…
Geurol jagyeokdo eomneun nagetjiman…

Geudael saranghaedo doenayo…
Na geudael anabwado doenayo…
Nae modeungeol jwodo akkapji anchyo…
Sarangirangeo… Na cheoeum aratjyo…
Na jashinboda saranghal saram geudaenikka…

Ijen geudae irko sipji anhayo…
Ijen dareun sarang motalgeot gata…
Geudongan apahamyeo honja heullin manheun nunmureun…
Geudael mannagi wihan yeonseubijyo…

Geudael saranghaedo doenayo…
Na geudael anabwado doenayo…
Nae modeungeol jwodo akkapji anchyo…
Sarangirangeo… Na cheoeum aratjyo…
Na jashinboda saranghal saram geudaenikka…

Geudael saranghago sipeoyo..
Na geudael anabogo sipeoyo…
Geudael mannago dasi taeeonatjyo…
Sarmi himdeulgo… sesangi sogyeodo…
Naega geudareul jikyeojulgeyo… saranghaeyo…
(No Min Wo – Can I Love You)

Suzy tersenyum haru menatap Min Woo, hatinya semakin mantap untuk melangkah bersama Min Woo.
“Be My Wife…” Ucap Min Woo tiba-tiba.
“Isteri?” Mata Suzy membulat menatap Min Woo.
“Ya, aku tak ingin hubungan yang sederhana seperti pacaran. Jadilah calon isteriku, Suzy…” Min Woo mendekat dan menggenggam tangan Suzy yang menggelayut bebas disisitubuhnya.
“Hmm…” Suzy mengangguk pelan dan tersenyum yang berarti ia.
Tanpa ragu, Min Woo pun memeluk Suzy. “Makasih,Suzy… Aku janji, kaulah yang pertama dan terakhir.” Ungkap Min Woo yang masih mendekap Suzy dalam pelukannya.
Di tempat yang sama, tepatnya diluar toko. Yong Hwa menatap pedih Suzy yang sedang dipeluk oleh Min Woo, sahabatnya sendiri. Yong Hwa pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
*****

The Guy akan dibubarkan, selain karena kesibukkan Min Woo -sang leader- yang mengurus bisnis milik Ayahnya, tapi juga kerena kesibukan individu masing-masing personilnya –Yong Hwa dan Il Woo-. Bahkan Min Woo harus tinggal selama satu tahun di Amerika untuk belajar banyak tentang bisnis Ayahnya yang merupakan 10 perusahaan terbesar se-Asia.
“Aku akan sangat merindukanmu, Hyeong…” Il Woo memeluk Min Woo manja.
“Aku juga akan merindukan The Guy…” Sahut Min Woo.
“Tapi jangan lupa oleh-oleh untukku setelah kau pulang dari Amerika nanti ya?” Il Woo menatap Min Woo dengan wajah innocentnya.
“Pasti… Tapi, dimana Yong Hwa?” Tanya Min Woo pada Il Woo.
“Aku sudah lama tak melihatnya, dia terasa seperti sedang menghilangkan dirinya.” Sahut Il Woo.
“Hmm… Aku akan mencoba menghubunginya nanti.
“Oke… Hyeong, aku pamit ingin menjemput Shin Hye, ya?” Pamit Il Woo pada Min Woo.
“Ya, sampaikan salamku padanya…” Ucap Min Woo seraya melambaikan tangannya.
Il Woo pun pergi meninggalkan kafe.
“Jadi, kapan kau akan berangkat?” Tanya Suzy yang terlihat enggan melepas Min Woo untuk pergi meninggalkannya.
“Besok siang. Apa kau akan merindukanku, calon isteriku?” Goda Min Woo.
“Ya, aku akan sangat merindukanmu…” Ungkap Suzy tanpa sungkan.
“Apa kau ingin ikut aku pergi?” Tawaran Min Woo membuat Suzy menatapnya ragu.
“Kita bisa menikah disana. Bukankah itu lebih menyenangkan?” Sambung Min Woo.
“Aku akan menunggumu. Itu sudah cukup bagiku.” Ucap Suzy.
“Tinggalah bersama Ibuku di rumah. Aku tak ingin jadi orang yang frustasi karena mencemaskanmu.” Pinta Min Woo.
“Aku baik-baik saja. Kembalilah untukku. Itu sudah cukup bagiku.” Ucap Suzy.
“Kau tidak akan kabur bersama pria lain kan?” Goda Min Woo.
“Hah? Tidak akan… Hahaha… Kau tau selucu apa wajahmu saat cemburu?” Goda Suzy yang tertawa melihat wajah panic Min Woo.
“Apa kau akan merindukanku? Jika ada seseorang yang mirip denganku dan mendekatimu, apa kau akan berpaling dariku? Apa selamanya perasaanmu hanya untukku?” Tatapan mata Min Woo terlihat sangat serius menembus mata hati Suzy.
“Hmm…” Sahut Suzy.
Min Woo pun mendekatkan wajahnya pada Suzy. Ia pun mengecup bibir Suzy lembut.
“Aku akan kembali untukmu.” Ucap Min Woo kemudian.
Suzy hanya mengangguk dan tersenyum menatap calon suaminya itu.
*****

Sudah dua bulan setelah kepergian Min Woo ke Amerika. Suzy merasa sepi tanpa kehadiran Min Woo disisinya. Suatu hari, disudut jalan kota seol, Suzy bertemu dengan Yong Hwa. Entah mengapa, jantungnya masih saja terus berdegup cepat tiap saat ia melihat Yong Hwa. Begitupun Yong Hwa. Jantung Yong Hwa pun merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Suzy.
Saat mereka tepat berpapasan, Yong Hwa menarik tangan Suzy. Yong Hwa bahkan menggenggam erat tangan Suzy.
“Aku tidak bisa melupakanmu…” Ungkap Yong Hwa.
“Lepaskan aku… Aku ini calon isteri sahabatmu!” Bentak Suzy.
“Tapi mengapa ia meninggalkanmu? Seharusnya ia mengajakmu.” Ucap Yong Hwa.
“Aku yang menolak ikut dengannya. Aku ingin tau kekuatan hatiku dalam mencintainya sebelum aku benar-benar menikah dengannya.” Jawab Suzy dengan jujur.
Entah mengapa tiap kali ia berbicara dengan Yong Hwa, Ia tidak pernah bisa berbohong pada Yong Hwa tentang perasaannya. Berbeda dengan saat Suzy bersama Min Woo. Karena kebersamaannya bersama Min Woo hanya sebagai sebuah pilihan hidup, bukanlah pilihan hatinya.
“Apa kau masih menyukaiku?” Tanya Yong Hwa.
“Hah? Tentu saja tidak.” Jawab Suzy ketus.
Tiba-tiba saja Yong Hwa memeluk Suzy. “Lepaskan pelukanku jika memang kau sudah tak menyukaiku.” Tegas Yong Hwa.
Suzy terdiam dalam pelukan Yong Hwa. Kini keduanya bisa merasakan debaran jantung mereka satu sama lain. Sesaat dalam diamnya, tanpa sadar air matanya mengalir.
“Rasa bahagia yang tak pernah aku dapatkan dari Min Woo.” Umpat Suzy.
“Kau diam kan? Apa ini artinya kau masih menyukaiku?” Tanya Yong Hwa.
Suzy langsung melepaskan pelukan Yong Hwa. “Hentikan semua ini. Ini sudah terlambat!” Tukas Suzy.
“Kau yang membuatnya terlambat. Kau yang tak memberiku kesempatan sejak awal, Suzy!” Sahut Yong Hwa.
“Lalu? Kau hanya menunggu aba-aba dariku? Apa kau pikir Min Woo mendekatiku setelah menerima aba-aba dariku, apakah dia boleh mendekatiku atau tidak? Kau pikir dia perlu persetujuan dariku saat dia mencoba melamarku? Itu yang tak bisa kau kalahkan dari Min Woo, Yong Hwa!” Bentak Suzy tertahankan.
“Tapi kau kan belum menikah. Masih ada waktu setidaknya 10 bulan untuk menyelesaikan ini sebelum hari pernikahanmu.” Ucap Yong Hwa.
“Kau pikir aku tega menghianati Min Woo?” Tukas Suzy.
Yong Hwa terdiam sesaat dan menatap Suzy dengan tatapan lirih.
“Baiklah, jika memang itu keputusanmu… Aku harap kau tidak menyesalinya…” Ucap Yong Hwa pasrah.
Yong Hwa pun pergi meninggalkan Suzy dengan langkah yang berat.
“Kau bodoh! Kenapa aku masih menyukai orang bodoh sepertimu?! Kau menyebalkan! Aku bahkan tak bisa melupakanmu!” Teriak Suzy dengan isakan tangis.
Yong Hwa langsung berpaling membaikkan badannya dan berlari menuju Suzy. Yong Hwa langsung memeluk Suzy sangat erat.

Bagaimanakah kelanjutan hubungan Suzy dan Yong Hwa?
Bagaimana akhir hubungan Suzy dan Min Woo?
Simak di last part yaa :D
Nisnis @annisRprianti_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar