Jumat, 13 Februari 2015

Let's Get Married Chapter 8 - THE TRUTH | Hyukstal Fanfiction

Let’s Get Married




Main Cast :
Jung SooJung
Kang Minhyuk
Other Cast :
Choi MinHo
Other CNBLUE Member
Other f(x) member


Preview Chapter 7
Minhyuk dan Victoria tertawa melihat ekspresi Soojung yang mulai tersipu. Mereka berdua pun kembali berbincang hingga sore hari. Minhyuk pun mengantar Soojung pulang ke rumahnya sebelum langit gelap. Minhyuk langsung pulang karena harus pergi membeli bahan makan malam.
“Hubungi aku jika kau sudah sampai, aku menunggu kabarmu!” Soojung menatap Minhyuk tajam.
“Arra… Aku tidak akan lupa untuk melakukannya… Masuklah… Jangan menangis lagi… Jika kau merasa sulit dan membutuhkanku, kau bisa menghubungiku. Jangan memendam semuanya sendirian. Aku tidak ingin hanya berbagi kebahagiaan denganmu. Aku mau kau berbagi semuanya, termasuk masalahmu. Mengerti?” Minhyuk memeluk Soojung.
“Oh… Gomawo…” Soojung mengecup pipi Minhyuk kilat lalu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya sambil tersipu.
“Baiklah, akan kubalas nanti. Masuklah…” Minhyuk membelai pipi Soojung lembut.
“Kau pergilah, aku masih ingin melihatmu.” Soojung tersenyum sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan Minhyuk untuk pergi.
“Baiklah, aku pulang…” Minhyuk pun berjalan masuk kedalam mobil dan melambaikan tangannya sebelum akhirnya meninggalkan rumah Soojung.
Soojung pun membuka pagar rumahnya dan berniat masuk, sampai suara seseorang menghentikan langkahnya.
“Soojung-ssi…” panggil seseorang.


***


“Soojung-ssi…” panggil seseorang.
“Oh? MinHo Oppa, wae?” Soojung terlihat datar menatap MinHo.
“Soal artikel hubungan kita…” MinHo belum menyelesaikan ucapannya, Soojung memotong.
“Besok aku akan bicara dengan manager dan CEO. Aku rasa berbahaya untuk kita bertemu saat ini. Aku masuk dulu Oppa.” Soojung menundukkan kepalanya member salam dan meninggalkan Minho dengan masuk ke rumahnya.
“Aish! Kenapa aku justru merasa semakin menjaduh dari Soojung!? Bagaimana lagi cara memisahkan mereka?!” Minho menatap geram kearah rumah Soojung.
“Aku harus menjauhkan mereka, bagaimanapun caranya. Soojung tak boleh dekat dengan pria manapun!!” Minho pergi meninggalkan rumah Soojung.
Sementara itu Soojung melihat Jessica sedang memasak untuk makan malam. Soojung menghampiri Sica dan memeluk Eonninya dari belakang.
“Apakah kau sudah merasa lebih baik?” Sica membalik tubuhya menatap wajah adiknya.
“Ya, berkat Minhyuk… Eonni, aku benar-benar menyukainya…” Soojung terlihat tersipu.
“Baiklah, tetaplah mencintainya dan perjuangkan cinta kalian bersama. Walaupun aka nada pihak yang tidak menyukai kalian. Tapi mereka tidak akan pernah tahu bagaimana perasaan seorang selebriti yang tertekan hanya karena mereka tak menyukai apa yang kita pilih. Tapi ada kalanya kau harus menyerah jika apa yang kau perjuangkan bisa merusak yang kau miliki. Soojungie… Jangan jadi sepertiku…” Sica kembali membalik tubuhnya untuk mematikan kompor dan menyajikan masakannya diatas sebuah piring berukuran besar.
“Eonni, kau hebat. Kau merelakan semua yang kau bangun sejak lama demi impian dan cintamu. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Kau tidak buruk Eonni, semua orang yang menganggapmu buruk hanya tidak mengerti perasaanmu. Perasaanmu yang bahagia saat bersama Tyler Oppa… Mereka hanya melihat, tidak merasakan. Seperti saat kau belum mengenal Minhyuk. Benar kan?” Soojung kembali memeluk Sica dari belakang.
“Aku percaya padamu. Kau sudah cukup dewasa untuk memilih pasangan dan jalan hidupmu. Aku hanya ingin kau benar-benar memikirkan semua keputusanmu lebih dari sekali. Dan jangan pernah menyesali apa yang kau pilih.” Sica menyambut pelukkan Soojung.
“Ne, Eonni… Kau selalu menjadi yang terbaik untukku… Apapun pilihanmu dan siapapun kau sekarang. Kau Eonni terbaik yang aku miliki.” Soojung mempererat pelukkannya.
Tiba-tiba saja ponsel Soojung bordering tanda telepon masuk. Soojung melirik ponselnya dan mengangkat teleponnya.
“Ohh… Yeoboseyo?” Soojung berjalan menuju sofa diruang tamu.
“Bagaimana bisa kau terlibat skandal yang serupa dengaku?! Aishhh… Benar-benar keterlaluan mereka. Tenanglah Soojung, semua akan berakhir pada akhirnya… Dan ada yang ingin aku ceritakan padamu. Aku mendapat sebuah informasi tentang skandalmu.” Sulli menyemangati Soojung melalui telepon.
“Ya… Aku akan melewatinya dengan caraku… Tenanglah… Apakah kau akan mampir ke FNC Build? Aku akan disana besok. Kenapa tidak menceritakannya disana?” Soojung berjalan menuju meja makan dan menatap Sica yang sibuk menyiapkan makan malam mereka.
“Benarkah? Gomawo Eonni… Aku akan bicara pada manager besok. Sekali lagi aku benar-benar berterima kasih atas bantuanmu Eonni… Aku tutup teleponnya.” Soojung pun menutup teleponnya.
“Eonni, biar aku…” Soojung mengambil alih piring yang akan Sica letakkan di meja makan.
“Kau mau kemana besok? Kenapa kau begitu sibuk? Bukankah semua kegiatanmu dihentikan?” Sica duduk di tempatnya.
“Aku akan menemui CEO dan meminta pihak management menghentikan artikel palsu itu dan menggantinya dengan klarifikasi bahwa aku tidak terlibat hubungan dengan siapapun. Atau aku akan mengaku bahwa aku berkencan dengan Minhyuk sesungguhnya, bukan dengan Minho. Mereka harus memilih bukan?” Soojung dengan bangga menceritakan rencananya.
“Apakah itu tidak berbahaya? Kau yakin akan melakukannya? Bagaimana jika pihak management menolak?” Sica menatap wajah Soojung serius.
“Aku akan merilis klarifikasiku secara pribadi.” Sahut Soojung santai.
“Jangan terburu-buru, pikirkan kembali sebelum kau melakukannya. Lakukan secara baik-baik semaksimal mungkin. Jangan pernah mencari masalah dengan mereka. Kau tahu maksudku bukan?” Sica menatap wajah Soojung yang mulai kekurangan rasa percaya diri.
“Tidak, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih. Hanya saja kau harus berhati-hati. Semua pemberitaan tentangmu akan berpengaruh pada karirmu, Soojung.” Sambung Sica.
“Arrasseo… Hanya saja jika semuanya dilanjutkan, banyak pihak yang aku bohongi dan WGMku akan dihentikan. Aku tidak mau Eonni… Kami baru saja memulainya, aku ingin tahu lebih banyak Minhyuk secara natural di WGM…” Soojung menundukkan kepalanya.
“Arra… Kau sangat menyukainya… Tapi pikirkan juga karirmu. Jangan mengambil keputusan hanya dengan hatimu. Sudahlah, makan dan istirahat. Kita bicarakan kembali setelah kau mendengar keputusan dari management setelah kau mengajukan perubahan perilisan artikel.
“Ne, Eonni…” Sahut Soojung malas-malasan.
Keduanya pun menyantap makan malam mereka. Sementara ditempat lain Minhyuk sedang menunggu kabar dari Soojung yang tak kunjung membalas pesannya.
“Apakah dia sudah tidur? Apakah dia sudah makan? Aish… Bikin frustasi…” Minhyuk kesal dan membanting ponselnya diatas ranjang tidurnya dan meninggalkan kamarnya.
Tiga puluh menit kemudian Minhyuk baru saja selesai memasak ramennya dan Soojung sudah meneleponnya selama dua kali tetapi Minhyuk tidak mengangkatnya. Minhyuk pun kembali menghubungi Soojung, tetapi nomernya sibuk. Minhyuk beranggapan bahwa Soojung sedang meneleponnya. Minhyuk pun menunggu kembali telepon dari Soojung.
“Yeoboseyo…” Sahut Minhyuk saat menerima telepon Soojung seperti yang ia perkirakan.
“Ya! Kau benar-benar keterlaluan. Aku berkali-kali menghubungimu tidak diangkat dank au malah sibuk menelepon orang lain? Apakah kau berselingkuh? Siapa dia?” Soojung tidak memberikan kesempatan pada Minhyuk untuk menjelaskan.
“Tenanglah… Aku tadi meneleponmu balik, dank au juga sibuk. Itu karena kau dan aku sama-sama menghubungi satu sama lain. Aku sedang memasak ramen. Apakah kau sudah makan malam?” Minhyuk perlahan menyantap ramennya.
“Kenapa kau makan ramen? Apakah tidak ada yang memasak malam ini? Aku baru selesai makan malam karena itu tidak membalas pesanmu.” Sahut Soojung.
“Tidak, hanya ingin memakannya. Kau jadi menemui manager dan CEO besok? Mau aku antar?” Tawar Minhyuk.
“Tidak, aku masih harus berhati-hati dalam bepergian dan melakukan sesuatu sekarang.” Sahut Soojung.
“Arrasseo… Istirhatlah… Sudah larut malam. Kau akan sibuk besok. Hubungi aku jika kau membutuhkanku.” Ungkap Minhyuk.
“Ne, gomawo Hyukkie…” Sahut Soojung.
“Hmm… Jalja…” Minhyuk tersenyum mendengar suara lembut Soojung saat menyebut namanya.
“Ne…Jalja…” Soojung pun menutup teleponnya.
Minhyuk pun kembali menyantap ramennya, sementara Soojung tidur karena besok pagi ia harus menuju SM Ent Build.

***

Keesokkan harinya Soojung sudah berada diruang manager dan sedang berdiskusi dengan managernya.
“Sambutan public sangat baik terhadap publikasi hubunganmu, apakah kau ingin merusaknya?” Sang manager menunjukkan bukti reaksi positif fans tentang hubungan antara Minho dan dirinya.
“Tidak, ini tidak benar. Kita membhongi semua orang.” Soojung mulai terlihat kevewa.
“Kalau begitu mulailah berkencan dengan Minho. Kau akan membintangi banyak CF dalam waktu dekat dan tentu saja dengan Minho. Kau bisa memulainya.” Ungkap sang manager.
“Kau tidak bisa melakukannya! Suatu hubungan tidak bisa dikaitkan dengan bisnis dan tidak bisa dipaksakan. Aku sudah memiliki pacar. Karena itu tolong hentikan ini… Aku mohon manager… Atau aku yang akan mengungkapkannya. Dan jika aku harus berakhir seperti Eonniku, aku tidak menyesal jika mendapatkannya. Aku hanya meminta hakku, karena ini adalah berita menyangkut diriku dan hubungan pribadiku. Jadi aku mohon pikirkan baik-baik. Aku akan mendatangi lokasi syuting WGM dengan Minhyuk siang ini. Jika artikel klarifikasi hubunganku dan Minho tidak juga aku temukan, aku akan mengungkapkan yang sebenarnya. Pemisi.” Soojung menundukkan kepalanya member hormat dan meninggalkan ruang manager.
“Aishh… Benar-benar! Apakah aku berkencan untuk dibayar? Kenapa mereka semaunya? Jika manager mengatakannya, bagaimana dengan CEO?! Eottohke…” Soojung kesal dan mulai mengacak-acak rambutnya. Soojung terpikir sesuatu dan menghubungi Minhyuk.
“Oh… Hyukkie… Kau mau membantuku? Jemput aku sekarang. Apakah kau bisa?” Soojung ternyata menelepon Minhyuk untuk menjalankan rencananya.
“Ne, arrasseo…” Soojung menutup teleponnya.
Tiga puluh menit berlalu, Soojung pun keluar dari SM Ent Build untuk menghampiri Minhyuk yang sudah menunggu diluar. Tiba-tiba ada sebuah tangan menarik lengannya dan langsung memeluknya.
“Kajima…” Minho memeluk Soojung. Soojung langsung melepaskan pelukkannya.
“Apa yang kau lakukan?!” Soojung menjauh dari Minho.
“Aku tahu apa yang akan kau lakukan dari managermu. Tidak, kau tidak bisa melakukannya. Aku akan berusaha menjadi yang kau inginkan, Soojung.” Minho berjalan mendekat kearah Soojung.
“Andwae! Jangan mendekat Oppa… Kau berbeda sekarang… Kau sangat berubah… Aku tidak merasa mengenalmu lagi.” Soojung terus memudurkan langkahnya.
“Hentikan! Kau menakutinya…” Minhyuk menarik lengan Soojung dan menarik tubuhnya bersembunyi dibelakang tubuh tingginya.
“Jadi kau merasa suami nyatanya sekarang? Kau belum lama mengenalnya, jangan mengganggu!” Minho berusaha merebut Soojung.
“Oppa Kheumanhae… Aku menyukainya… Aku menyukai Minhyuk… Hentikan semua obsesimu padaku…” Soojung memeluk Minhyuk erat, dan menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Minhyuk.
“Apa maksudmu Soojung?” Minho terhenti dari kegiatannya yang ingin menarik Soojung dari balik tubuh Minhyuk.
“Jika kau benar-benar mencintaiku, kau tidak akan merusak karirku dengan hal seperti ini… Semua yang kau lakukan hanya membuat dirimu puas dan bahagia, tapi kau tidak memikirkan perasaanku. Kau yang merencanakan semua ini. Kau juga yang merencanakan pemberitaan hubungan palsu kita. Aku tahu Oppa… Jadi hentikan semua ini jika kau benar-benar mencintaiku. Jika tidak, lebih baik kau pikirkan kembali perasaanmu. Apakah itu benar-benar cinta atau hanya obsesi berlebihan padaku!” Soojung kembali menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Minhyuk.
“Bagaimana kau tahu?” Minho memundurkan langkahnya satu kali.
“Managerku yang menceritakannya pada Sulli Eonni…” Soojung mengingat kembali saat Sulli menceritakan ia telah mencari tahu siapa yang berada dibalik skandal yang terjadi.
Flashback , Sulli Part.
“Manager, apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan Soojung? Bagaimana Soojung bisa mendapat skandal seperti itu?” Sulli langsung bertanya tanpa henti.
“Apakah aku tak cukup? Kenapa mereka melakukannya pada Soojung??!” Sulli semakin terlihat memanas, ia mulai mengepal kedua tangannya diatas meja.
“Tenanglah… Hal ini tidak separah yang kau pikirkan, semua sudah direncanakan oleh Minho. Kami akan membuat Minho dan Soojung disukai, walau terkesan terpaksa. Akan banyak iklan yang masuk untuk mereka berdua atas rekomendasi Minho. Dan Minholah yang meminta hubungan mereka diungkap. Ini bukan skandal yang membahayakan.” Ungkap sang manager.
“Apa?! Lalu kenapa kau bilang akan menghentikan semua aktivitas Soojung? Tidakkah kau berlebihan? Dan tidakkah kau memikirkan perasaan Soojung?!” Sulli semakin emosi mendengar hal tidak masuk akal dari managernya.
“Untuk membuatnya lebih dekat dengan Minho. Tenanglah, sudah ku katakana semua sudah direncanakan bukan? Kau cukup lanjutkan kesibukkanmu sendiri.” Ucap sang manager.
“Ya! Apakah mereka pikir kehidupan aktris bisa mereka mainkan sesuai dengan keinginan mereka?!” Sulli langsung meninggalkan ruang managernya dan menghubungi Soojung saat itu.
Flashback Off

“Aku benci padamu, Oppa…” Lirih Soojung.
“Tidak… Aku tidak melakukannya, Soojung. Kau salah paham. Aku hanya berniat membantumu keluar dari masalah ini…” Minho semakin mendekat kearah Soojung, namun Minhyuk tetap berusaha melindungi Soojung dari Minho.
“BUGH!” Terdengar suara pukulan.


Siapa yang dipukul dan memukul?!
Hahahaha tunggu di next part yaa! ^^
Sekali lagi mian untuk fansnya Minho Shinee, aku tidak berniat seburuk itu, jinjja L




Jangan Lupa Kritik saran dan komentarnya ^^

Dan jangan lupa Novel Hyukstal akan terbit tahun ini ^^

Jangan lupa beli di toko buku terdekat yaa, readers !



Twitter : @annisRprianti_
IG & Line : annisprianti



Tidak ada komentar:

Posting Komentar